^ TOP BACK

Statistik Online

We have 21 guests and no members online

Pengunjung

Flag Counter

Statistik Situs

441867
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
192
214
1817
438437
4936
6340
441867

Your IP: 54.92.163.188
Server Time: 2018-07-22 23:55:20

Live Traffic

Login Form

Choose Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Standar 2.1. Tata Pamong

 

2.1   Tata Pamong

 

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam institusi perguruan tinggi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan,  dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

 

Hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong termasuk bagaimana kebijakan dan strategi disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem penyelenggaraan program studi secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan.

 

Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan institusi perguruan tinggi.

 

 

 

2.1.1  Uraikan secara ringkas sistem tata pamong (sebutkan lembaga yang berperan, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan/ketentuan termasuk kode etik yang dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan perguruan tinggi, serta prosedur penetapannya)  di institusi perguruan tinggi dalam  membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil, serta pelaksanaannya.

 

 

Tata cara pemilihan Pimpinan Universitas dalam upaya mewujudkan visi dan misi UNTAG 1945 Samarinda telah diatur dan termuat dalam dokumen SPMI dengan  Nomor Dokumen : UNTAG-PM-05/07tentang Prosedur Pemilihan Pimpinan Universitas yang bisa dilihat pada website spm.untag-smd.ac.id. website: spm.untag-smd.ac.id.

Meskipun secara hukum struktur organisasi dan tata kelola UNTAG 1945 Samarinda masih disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1990, namun bukan berarti bahwa kreativitas dan inovasi menjadi terhambat dengan adanya ketentuan perundangan tersebut (PP 60 Tahun 1990). Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, telah terjadi perkembangan struktur organisasi dan tata pamong yang cukup dinamis yang pada hakekatnya ditujukan untuk mewujudkan institusi yang sehat, akuntable dan memiliki tata pamong yang baik (Good University Governance) guna mendukung penyelenggaraan kegiatan tri dharma yang berkualitas, efektif dan efisien. Sebenarnya statuta UNTAG 1945 Samarinda 2009 dan 2013  masih relevan  dengan kondisi obyektif struktur organisasi UNTAG 1945 Samarinda saat ini, walaupun ada perkembangan struktur organisasi terutama dengan terbentuknya unit-unit baru seperti UPT, fakultas dan program studi baru.                                                                                                                                                                                                     

 

 

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

Jl. Ir. H. Juanda NO.80 Kotak Pos 1052 SamarindaTelp. (0541) 743390 Kalimantan Timur 75124, Indonesia http://untag-smd.ac.id

No. Dokumen:

UNTAG-PM-05/07

Prosedur Mutu

PEMILIHAN PIMPINAN

PERGURUAN TINGGI

DOKUMEN

 ISO 9001:2008/IWA 2

TERINTEGRASI DENGAN

AIPT BAN PT

Tgl Berlaku:

17-08-2014

Revisi :

00

Hal :

21dari 214

         

 

 

2.1.      Alur  Proses Pemilihan Rektor.

 

Pertimbangan Kelayakan Calon Rektor

 

1.    Senat Universitas menyelenggarakan Rapat Senat untuk memberi pertimbangan kelayakan calon Rektor sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Statuta Universitas.

 

 

Memilih Calon Rektor

 

2.       Yayasan memilih salah seorang dari calon-calon Rektori yang telah mendapat pertimbangan senat perguruan tinggi;

 

 

Pengangkatan Rektor

 

3.       Yayasan mengangkat Rektor setelah memenuhi persyaratan Umum dan Administrasi tersebut di atas;

 

 

 

 

Pelaporan kepada Dikti

 

4.      Yayasan melaporkan pengangkatan tersebut pada point 1 diatas kepada Dikti melalui Kopertis setempat dengan melampirkan :

a.    SK pengangkatan dan naskah pelantikan;

b.    Berita acara rapat senat tentang proses pertimbangan oleh Senat dan daftar hadir

c.    Fotocopy ijazah terlegalisir S1, S2 dan S3, serta fotocopy SK Penyetaraan ijazah dari Dirjen Dikti bagi kelulusan luar negeri;

d.    Jabatan Akademik sekurang-kurangnya Lektor Kepala.

e.    Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP);

f.     Riwayat hidup/pekerjaan dan pendidikan (curriculum vitae);

g.    Surat ijin dari atasan bagi yang tidak berstatus dosen tetap PTS yang bersangkutan;

h.    Surat pernyataan yang berisi:

1)      sanggup bertugas penuh sebagai rektor,

2)      tidak merangkap sebagai pimpinan pada PTS lain;

3)      tidak merangkap sebagai pengurus Yayasan.

 

 

Masa Jabatan Rektor

 

5.      Masa jabatan Rektor adalah 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut;

 

 

Jabatan Sementara Rektor

 

6.      Apabila rektor berhalangan tetap/meninggal dunia, maka jabatan rektor dimaksud dijabat sementara oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik sampai ditetapkan penggantinya secara difinitif.

 

 

Pemberhentian Rektor

 

7.      Pemberhentian rektor sebelum masa jabatan berakhir harus memenuhi persyaratan sebagaimana persyaratan pengangkatannya dan dilaporkan kepada Dirjen Dikti.

 

 

2.2.      Alur ProsesPemilihan Dekan.

 

Pertimbangan Kelayakan Calon Dekan

 

1. Senat Perguruan Tinggi menyelenggarakan Rapat Senat untuk member pertimbangan kelayakan calon Dekan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Statuta Universitaas.

 

 

Memilih Calon Dekan

 

2. Rektor memilih salah seorang dari calon-calon Dekan yang telah mendapat pertimbangan Senat Fakultas;

 

 

Pengangkatan Dekan

 

3. Rektor mengangkat Dekan setelah memenuhi persyaratan Umum dan Administrasi tersebut di atas;

 

 

Pelaporan kepada Yayasan

 

4. Rektor melaporkan pengangkatan tersebut pada point 1 diatas kepada Yayasan dengan melampirkan :

§  SK pengangkatan dan naskah pelantikan;

§  Berita acara rapat senat tentang proses pertimbangan oleh Senat dan daftar hadir

§  Fotocopy ijazah terlegalisir S1, S2 dan S3, serta fotocopy SK Penyetaraan ijazah dari Dirjen Dikti bagi kelulusan luar negeri;

§  Jabatan Akademik sekurang-kurangnya Lektor.

§  Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP);

§  Riwayat hidup/pekerjaan dan pendidikan (curriculum vitae);

§  Surat ijin dari atasan bagi yang tidak berstatus dosen tetap PTS yang bersangkutan;

§  Surat pernyataan yang berisi:

·      sanggup bertugas penuh sebagai dekan,

·      tidak merangkap sebagai pimpinan pada PTS lain;

·      tidak merangkap sebagai pengurus yayasan.

 

 

Masa Jabatan Dekan

 

2.         Masa jabatan Dekan adalah  4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut;

 

 

Jabatan Sementara Dekan

 

3.         Apabila Dekan berhalangan tetap/meninggal dunia, maka jabatan pimpinan dimaksud dijabat sementara oleh PembantuDekan Bidang Akademik sampai ditetapkan penggantinya secara difinitif.

 

 

Pemberhentian Dekan

 

4.         Pemberhentian Dekan sebelum masa jabatan berakhir harus memenuhi persyaratan sebagaimana persyaratan pengangkatannya dan dilaporkan kepada Rektor.

2.3.      Alur ProsesPemilihan Ketua Progran Studi

 

Penjaringan Calon Ketua Prodi

 

1.         Untuk mengangkat Ketua Prodi, Dekanmelakukan penjaringan (searching) Calon dan seleksi melalui asesmen terhadap paracalon tersebut. Untuk melaksanakan hal tersebut Dekan dibantu oleh Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi

 

 

Pembentukan Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi

 

2.         Panitia Seleksi calon Ketua Prodi dibentuk oleh Dekandan terdiri dari sedikitnya 3 dan sebanyak-banyaknya 5 orang anggota berdasarkan ketetapan Rektordisesuaikan dengan kondisi.

1)          Anggota Panitia memiliki seorang Ketua dan seorang sekertaris dan Anggota Seleksi Calon.

2)                                           Ketua Prodi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

-        tentang manajemen Program Memiliki pemahaman atas visi, misi, sasaran, dan tujuan serta kebijakan umum perguruan tinggi.

-        Memiliki integritas moral yang tinggi.

-        Bersikap adil dan tidak memihak.

-        pengetahuan Memiliki Studi.

-        Memiliki pemahaman atas dunia kerja yang sesuai dengan bidang ilmu Program Studi yang bersangkutan.

3)          Masa kerja Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal efektif pengangkatan, dan dapat diperpanjang atas persetujuan Dekan.

4)          Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi bertanggung jawab kepada Dekan.

 

 

Seleksi CalonKetua Prodi oleh Panitia

 

3.        Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi melakukan pemeriksaan atas kelengkapan persyaratan administratif bakal calon Ketua Prodi dapat diminta untuk melengkapi persyaratan administratif dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam jadual. Bakal calon Ketua Prodi yang tidak dapat melengkapi persyaratan administratif dinyatakan gugur

a) Panitia seleksi calon Ketua Prodi melakukan seleksi mengenai kesesuaian persyaratan calon Ketua Prodi. Bakal calon Ketua Prodi yang tidak memenuhi persyaratan Calon Ketua Prodi dinyatakan gugur.

b) Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi melakukan assesmen terhadap para Bakal Calon Ketua Prodi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk mendapatkan 3 (tiga) orang yang dianggap paling sesuai untuk diajukan sebagai Calon Ketua Prodi kepada Dekan.

c)  Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi menyerahkan 3 nama Calon Ketua Prodi kepada Dekan paling lambat 30 hari setelah tanggal pengumuman kebutuhan dan penjaringan Calon Ketua Prodi

 

 

Seleksi Calon Ketua Prodi olehDekan Melalui Rapat Senat Fakultas

 

4.        Dekan menyusun kriteria assesmen Calon Ketua Prodi

Dekan mengundang masing-masing  Calon Ketua Prodi untuk melakukan pemaparan tentang motivasi, visi, misi dan program kerjanya jika terpilih sebagai Ketua Prodi di depan forum yang dihadiri oleh Dekan dan anggota senat bersifat terbuka untuk umum.

 

Dekan melakukan assesmen terhadap kompetensi para calon Ketua  Prodi berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah disusun.

 

Dekan memutuskan Ketua Prodi terpilih dari 3 Calon Ketua Prodi tersebut.

 

Dekan mengumumnkan Ketua Prodi terpilih dan membuat Berita Acara hasil assesmen Calon Ketua Prodi.

 

 

Penetapan SK Ketua Prodi

 

5.        Dekan membuat usulan SK Ketua Prodi terpilih kepada Rektor untuk dibuatkan SK Rektor.

 

2.4.  DokumenTerkait

 

1)     Diagram Alir

2)     Daftar hadir Rapat

3)     Notulen Rapat

4)     Surat Keputusan

 

   

Penyampaian Visi dan Misi Rektor

 

Proses Penghitungan Hasil Suara

   

Hasil Rekapitulasi Suara Pemilihan Rektor

 

Rektor Terpilih Prof. Dr. H. Eddy Soegiarto K.S.E., M.M.

 

Gambar 2.1. Rapat Senat Pemilihan Rektor